Qawwam

Dear all.. Qawwam atau pemimpin, yang dalam bahasan ini qawwam yg sy maksud adalah suami. Well, mari kita bahas sebuah tugas dari seorang qawwam (suami.red). Tentu kita tahu ya, sederat hak dan kewajiban (tugas) suami terhadap istrinya kan? Nah, salah satu dari tugas itu adalah melindungi istri dari rasa takut... Misalnya, melindungi istri dari rasa takut akan kekurangan beras, kekurangan bahas makanan, kelaparan, takut kurang sandang pangan papan, takut tidak bahagia, takut dimarahi oleh suami, takut diselingkuhi, de el el.. Tapi yang paling penting adalah melindungi dari rasa takut akan kematian. Kalau melindungi dari rasa takut akan kematian, berarti sama artinya dengan kewajiban suami untuk membimbing istri ke surga-Nya kelak.... Begitu mudah, begitu sederhana memang tugasnya ya... "membimbing istri ke surga", lebih jauh lagi membimbing keluarga (anak istri) ke surga... Well, tapi prakteknya tidak sesederhana yg dibayangkan lho... Membimbing istri ke surga bukan hanya memerintahkan istri shalat di awal waktu, memerintahkan shaum, naik haji, dll... Tapi, point yang ditekankan adalah bagaimana seorang suami harus mampu menjadi suri tauladan bagi istrinya. Bagaimana mungkin seorang suami yang keras kepala mendambakan istri yg bijaksana? Bagaimana mungkin seorang suami yang pemarah mendambakan istri yang lembut? Kewajiban utamanya tentu harus dimulai dari seorang suami sebagai qawwam, jadi kalau pengin punya istri yang lembut maka suaminya pun harus lebih mencontohkan kelembutan (bukan dicontohkan kemarahan..), kalau pengin istrinya bijaksana, maka suaminya dulu harus mencontohkan kebijaksanaan... deelel... Istri itu cerminan suami. Suami berkewjiban atas pendidikan ruhiyah istri... Jangan jadi seorang suami yang rigid/kaku, tapi jadilah seorang suami yg fleksibel... Maksudnya fleksibel atas kritikan. Terima kritikan sebagai bahan untuk perbaikan diri, karena menyadari bahwa banyak kecacatan dalam dirinya...Sadarilah bahwa qawwam itu haruslah bijaksana... Seandainya ada dua sisi seperti mata uang logam, maka sorang yang bijaksana akan melihat dari sisi yang baik dalam menilai suatu masalah. Selalu cooling down melihat masalah, menerima kritikan dengan cerdas, tidak langsung naik darah dan beremosi saat istrinya sedang emosi dan malah qawwam harusnya meredakan amarah istrinya. Tapi dari semua hal itu, yang benar memang sama2 saling evaluasi kekurangan diri masing-masing, saling terbuka atas kritikan, saling memahami satu sama lain, dll... Bismillah...

No Response to "Qawwam"

Post a Comment